Laman

adnet

  • buku

Selasa, 08 Februari 2011

MATERI DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD

MATERI DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD

I.     Kajian Kurikulum Matematika SD

A.   Latar Belakang

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.  Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media lain.
Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya.
Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya.

B.  Tujuan

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.      Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2.      Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
3.      Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4.      Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5.      Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

C.   Ruang Lingkup

Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.      Bilangan
2.      Geometri dan pengukuran

3.   Pengolahan data.






































II.                Pengembangan Materi Matematika SD
Materi Matematika di SD dibagi menjadi 3 bagian yang terdiri dari
1.      Konsep Dasar
2.      Konsep terkembang
3.      Konsep yang dibina keterampilannya.
Pengembangan konsep ini dilandasi teori psikologi belajar :


1. Bruner (1915 –  )
1. Enactive (Kongkrit/Obyek sesungguhnya)
2. Econic   (Semi Kongkrit/Obyek Ses.→Gambar)
3. Symbolic (Abstrak/Lambang) Huruf-huruf saja/angka-angka saja
          Jika pembelajaran dilakukan seperti itu, Bruner menjamin bahwa seorang anak akan mampu mengembangkan pengetahuannya jauh melampaui apa yang pernah ia terima dari gurunya.


2. Piaget (1896 – 1980)
Perkembangan Kognitif (intelektual anak)
.  Usia 0 – 2 tahun: Sensory Motor
      Apa yang tertarik, diraih → masukkan mulut

Usia 2 – 6 tahun: Pre Operasional
      Peka terhadap bahasa/istilah

Usia 6 – 11 tahun: Kongkrit Operasional
      Dapat menangkap konsep-konsep matematika asal diperagakan secara kongkrit

Usia 11 tahun ke atas: Berpikir Formal
      Berpikir berdasarkan aturan-aturan yg berlaku. 


3.Chinese Proverb
(Falsafah Cina)

I hear and I forget
         Saya mendengar dan saya lupa
I see and I remember
         Saya melihat dan saya ingat
I do and I understand
                              Saya mempraktekkan dan saya mengerti.




4.      Berpikir Matematis

       Logis
      Cocok di pikiran belum tentu di perasaan
Rasional
      Cocok di pikiran dan perasaan
Kritis
      Kecepatan menanggapi permasalahan yang dianggap ganjil/aneh
Cermat
      Teliti
Jujur
      Bersikap Obyektif: benar akui benar, salah akui salah.
Efektif
      Tujuan tercapai secara efisien.
                  Efisien Waktu
                  Efisien Tenaga
                  Efisien Biaya

A.     Konsep Bilangan
 Konsep bilangan yang terdapat pada kurikulum matematika SD dapat diringkas sebagai berikut :
Membilang banyak benda
Mengurutkan banyak benda
Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung
Membandingkan bilangan
Melakukan penaksiran dan pembulatan
Melakukan operasi hitung
Pecahan
Menentukan (KPK) dan (FPB)
bilangan bulat
lambang bilangan Romawi
perpangkatan dan akar
Memecahkan masalah perhitungan

Pemerkayaan pengenalan bilangan

Himpunan bilangan Cacah = 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 …
Himpunan bilangan Asli    = 1,2,3,4,5,6,7,8,9 …
Himpunan bilangan Genap = 2,4,6,8,10,12 …
Himpunan bilangan Ganjil = 1,3,5,7,9,11,13 …
Bilangan asli (A) merupakan bagian dari bilangan cacah (C). Maka A Ì C dan A ∩ C. Bilangan cacah terdapat dalam bilangan bulat (B). Maka C Ì B dan C ∩ B. Semua bilangan A C B merupakan bilangan rasional (Q). Yang termasuk bilangan rasional dapat dinyatakan a = c, b 0. yang termasuk bilangan rasional misalnya pecahan. Ö 4.
                   b
Maka semua bilangan bulat merupakan bagian bilngan rasional B Ì Q. Diantara bilangan rasional terdapat bilangan irasional seperti Ö 2, Ö 3, -Ö3, Ö1/2, Õ merupakan contoh bilangan irasional. Tetapi Ö1, Ö4, Ö1/9, Ö100 bukan termasuk bilangan irasional (H). Dengan demikian bilangan rasional dan bilangan irasional merupakan dua himpunan yang saling lepas Q ∩ H = Æ. Gabungan semua bilangan Q dan semua bilangan H merupakan himpunan bilangan real (R). Bilangan yang bukan merupakan bilangan real disebut bilangan imaginer (i). Misalnya Ö-1, Ö-4.
Dengan dikenalkannya bilangan imaginer maka dikenal bilangan kompleks (c) yaitu bilangan yang berbentuk a+bi. a dan b bilangan real dan i = Ö-1. Maka 5+4Ö-1 adalah bilangan kompleks dimana 5 adalah real dan 4Ö-1 imajiner. Bilangan kompleks akan menjadi real apabila imajinernya dikalikan 0 misalnya 5+0Ö-1 adalah real.
Dari uraian di atas semua jenis bilangan dapat digambarkan dalam daigram Venn


Oval: c








 













Konsep bilangan di kelas 1 SD
Konsep bilangan di kelas 1 SD bersifat kongkrit. Siswa membilang banyaknya benda yang dekat di sekitar siswa misalnya membilang banyaknya mata, banyaknya jari tangan, banyaknya kaki, banyaknya meja di kelas, banyaknya jendela di kelas


Cara menulis angka (lambang bilangan)


















 Menentukan urutan bilangan.

Bilangan genap : 2,4,6,8,10,12 …
Urutan yang ke 10 barisan bilangan genap adalah ….




Urutan ke 1 = 2---------------------- 2 x 1 = 2
                                    + 2
Urutan ke 2 = 4---------------------- 2 x 2 = 4
+ 2
Urutan ke 3 = 6---------------------- 2 x 3 = 6
+ 2
Urutan ke 4 = 8---------------------- 2 x 4 = 8
+ 2
Urutan ke 5 = 10---------------------- 2 x 5 = 10
+ 2
Urutan ke 6 = 12---------------------- 2 x 6 = 12
+ 2
Urutan ke 7 = 14---------------------- 2 x 7 = 14
+ 2
Urutan ke 8 = 16---------------------- 2 x 8 = 16
+ 2
Urutan ke 9 = 18---------------------- 2 x 9 = 18
+ 2
Urutan ke 10 = 20---------------------- 2 x 10 = 20

Jadi urutan bilangan genap yang ke 15 = 2 x 15 = 30
Urutan bilangan genap yang ke 100 = 2 x 100 = 200
Urutan bilangan genap yang ke n = 2 x n = 2n

Bilangan Ganjil = 1,3,5,7,9,11,13 …

Urutan yang ke 10 barisan bilangan ganjil adalah ….

Urutan ke 1 = 1---------------------- 2 x 1-1 = 1
                                    + 2
Urutan ke 2 = 3---------------------- 2 x 2-1 = 3
+ 2
Urutan ke 3 = 5---------------------- 2 x 3 -1 = 5
+ 2
Urutan ke 4 = 7---------------------- 2 x 4 -1 = 7
+ 2
Urutan ke 5 = 9---------------------- 2 x 5 -1 = 9
+ 2
Urutan ke 6 = 11---------------------- 2 x 6 -1 = 11
+ 2
Urutan ke 7 = 13---------------------- 2 x 7 -1 = 13
+ 2
Urutan ke 8 = 15---------------------- 2 x 8 -1 = 15
+ 2
Urutan ke 9 = 17---------------------- 2 x 9 -1 = 17
+ 2
Urutan ke 10 = 19---------------------- 2 x 10 -1 = 9

Jadi urutan bilangan genap yang ke 15 = 2 x 15 -1 = 29
Urutan bilangan genap yang ke 100 = 2 x 100 -1 = 199
Urutan bilangan genap yang ke n = 2 x n -1 = 2n-1
Menentukan jumlah barisan bilangan.

Bilangan ganjil pertama = 1 jumlahnya 1 --------------------- 1 x 1 = 1
Dua bilangan ganjil pertama = 1, 3  jumlahnya = 4-----------2 x 2 = 4
Tiga bilangan ganjil pertama = 1, 3, 5  jumlahnya = 9 ------ 3 x 3 = 9
Empat bilangan ganjil pertama = 1, 3, 5, 7  jumlahnya 16 -------- 4 x 4 = 16
Lima bilangan ganjil pertama = 1, 3, 5, 7, 9   jumlahnya 25 ------ 5 x 5 = 25

Jadi jumlah 10 bilangan ganjil pertama = 10 x 10 = 100.
Jumlah n bilangan ganjil pertama = n x n = n2
Berapakah Jumlah dari 1 + 3 + 5 ….+ 99
Jawab :
Bilangan 99 urutan yang ke berapa dari barisan bilangan ganjil?
2n-1 = 99
2n = 99 + 1
jadi jumlah barisan 1 + 3 + 5 ….+ 99 = 50 x 50 = 2500.

Dengan cara yang sama
bilangan genap yang pertama = 2 jumlahnya 2 -------------- 1 x 1 + 1 = 1 x 2 = 2
Dua  bilangan genap yang pertama = 2, 4 jumlahnya 6 -------- 2 x 2 + 2 = 2 x 3 = 6
Tiga bilangan genap yang pertama = 2, 4, 6 jumlahnya 12 ------ 3 x 3 + 3 = 3 x 4 = 12

Jadi jumlah 10 bilangan genap yang pertama = 10 x 10 + 10 = 110
Jumlah n bilangan genap yang pertama = n x n + n = n2 + n
Berapakah Jumlah dari 2 + 4 + 6 ….+ 40
Jawab :
Bilangan 40 urutan yang ke berapa dari barisan bilangan genap?
2n = 40
Jadi jumlah barisan 2 + 4 + 6 ….+ 40 = 20 x 20 + 20 = 420.


Metode Lipat Dua
Untuk mengalikan 43 oleh 92, konstruksikan kolom-kolom bilangan seperti berikut ini mulai dengan 1 dan 92, dan kalikan masing-masing bilangan itu oleh dua.
  • 1                      92
  • 2                      184
  • 4                      368
  • 8                      736
  • 16                    1472
  • 32                    2944

Kita berhenti di 32 karena dua kali 32 adalah 64 yang merupakan bilangan lebih besar dari 43. Kita mulai dengan bilangan terakhir dalam kolom pertama dan menambahkan bilangan yang tepat sedemikian hingga hasilnya 43. Jadi, kita memilih (32,8,2,1). Sekarang kita tambahkan bilangan-bilangan dalam kolom kedua yang berkorespondensi dengannya.

    92
  184
  736
2944 +
3956

Dengan demikian 43 x 92 = 3956. Alasan metode ini berlaku di ilustrasikan di bawah ini :


43 x 92      = (32 + 8 + 2 + 1) x  92
                  = (32 x 92) + (8 x 92) + (2 x 92) + (1 x 92)
                  = 2944 + 736 + 184 + 92
                  = 3956

Metode Petani Rusia
Sekali lagi misalkan kita ingin mengalikan 43 dan 92. Buatlah kolom-kolom berikut , mulai dengan 43 dan 92. Pada masing-masing baris secara berurutan , bagi dua bilangan-bilangan dalam kolom pertama, menolak sisa satu apabila memang ada. Pada kolom kedua kalikan dua tiap bilangan secara berurutan. Proses berlanjut hingga 1 tampak dalam kolom pertama.
*    43              92
*    21              184
10              368
*    5                736
2                1472
*    1                2944

Pilihlah bilangan-bilangan dalam kolom kedua yang berkorespondensi pada “bilangan-bilangan ganjil” dalam kolom pertama (yang bertanda bintang). Tambahkan bilangan-bilangan yang berkorespondensi padanya dalam kolom kedua dan hasilnya adalah hasil kali 43 dan 92 yaitu 92+184+736+2944 = 3956.

Perkalian Kisi-kisi
Sekali lagi pikirkan perkalian 43 . 92. Untuk menampilkan metode ini, sebuah susunan 2-2 dikonstruksi dan garis-garis miring digambar seperti dalam ilustrasi berikut :

                 4                        3


 



                                                            9

                                                              

                                                            2



                     4                        3


 



                                                               9

 


                                                               2


                     4                        3


 



        3                                                     9

 

       
        9
                                                               2

                      5                        6


Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan operasi-operasi hitung seperti operasi tambah, kurang, kali, dan bagi. Operasi-operasi itu cukup membantu dalam mengamati keelokan angka sembilan berikut ini.
Cobalah cari hasil dari 53 x 99
Bagaimanakah cara anda menyelesaikannya?
Salah satu cara untuk menghitung 53 x 99 adalah dengan perkalian bersusun. Tetapi ada cara lain untuk menghitung hasil kali kedua bilangan tersebut, yaitu sebagai berikut :
Karena          99           = 100 – 1
maka             53 x 99   = 53 (100 – 1)
                                    = 53 (100) – 53 (1)
                                    = 5300 – 53
                                    = 5247
Untuk mengalikan 999 x 27 dapat diselesaikan seperti berikut.
Karena 999         = 1000 – 1
Maka 999 x 27   = (1000 – 1) x 27
                           = 27.000 – 27
                           = 26.973
Selanjutnya, bagaimanakah dengan hasil dari 42 x 999? Cobalah kerjakan dengan teknik seperti tadi.
Apabila keterangan, contoh, dan tugas telah anda kerjakan selanjutnya kita akan periksa dengan cepat sisa pembagian bilangan bulat oleh bilangan sembilan. Untuk itu perhatikanlah contoh-contoh berikut ini , kemudian coba tarik kesimpulan dari contoh-contoh berikut.
Contoh 1
Jika 12 dibagi oleh 9, maka hasilnya adalah 1 dan sisanya adalah 3.
Jika angka pada 12, yaitu 1dan 2 dijumlahkan maka hasilnya 1 + 2 = 3. Coba anda bandingkan sisa pembagian bilangan 12 oleh 9 dengan jumlah angka-angka dari 12!
Contoh 2
Jika 78 dibagi oleh 9, maka hasilnya 8 dan sisanya adalah 6.
Jika angka-angka pada 78, yaitu 7 dan 8 dijumlahkan maka hasilnya 7 + 8 = 15, dan jika angka-angka pada 15 tadi, yaitu 1 dan 5 dijumlahkan, maka hasilnya adalah 1 + 5 = 6. Coba anda bandingkan sisa pembagian bilangan 78 oleh 9, yaitu 6.



1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
 

















PENGEMBNGAN MATERI
Kelas V Semester I


STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak dan kecepatan 
                                                dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar        :  1. Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam
2.      Melakukan operasi hitung satuan waktu
3.      Melakukan pengukuran sudut
4.       Menganal satuan jarak dan kecepatan
5.      Menyelsaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak dan kecepatan.

Pengembangan materi:
1. Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24 jam

satu hari = 24 jam. Muka jam ada 12 maka pukul 13: 00 = pukul 1:00
Pukul 00 = pukul 24 malam
Pukul 12 = siang
ukul 18 = pukul 6 petang

Media Pembelajaran Model Muka jam.
Nyatakanlah pukul berapa pada gambar muka jam berikut:


Aku bangun tidur pukul ...................

                                  
Aku pulang sekolah pada pukul .........................
Ayah pulang dari kantor pukul ...........

                                                                        Aku tidur pada pukul ................


Media Pembelajaran Tabel
Pendekatan CTL
Soal cerita :
Panitia perkemahan merancang kegiatan Persami sebagai berikut:
Mendirikan tenda diperlukan waktu 30 menit.
Upacara pembukaan 40 menit
Latihan PBB 80 menit
Istirahat, mandi, makan dan solat selama 2 jam.
Lomba morse 45 menit
Jurit malam 90 menit
Api unggun dan hiburan 90 menit.
Jika acara dimulai pada pukul 14:00, susunlah acara perkemahan tersebut seperti pada tabel berikut. Kerjakan bersama kelompokmu.
Jadwal Kegiatan Perkemahan
No
Waktu
Kegiatan











































  1.    Melakukan operasi hitung satuan waktu
Indikator :
-         mengenal satuan waktu
-         mengubah satuan waktu
-         melakukan operasi hitung satuan waktu
-         Pemecahan Masalah dalam operasi hitung satuan waktu

Mengenal satuan waktu
Satuan waktu ada dua jenis yaitu satuan baku dan satuan tidak baku
Satuan tidak baku (sudah dipelajari di kelas sebelumnya) : lama, sebentar, kemarin, sekarang, besok, lusa, yang lalu, yang akan datang, pagi, siang, sore, malam.

Satuan baku : Abad, dasawarsa, windu,. tahun, semester, catur wulan, triwulan, bulan, minggu, hari, jam, menit, detik.

Mengubah satuan waktu
Media daftar
1 abad = 100 tahun
1 dasawarsa = 10 tahun
1 windu = 8 tahun
1 tahun = 12 bulan
1 tahun = 52 minggu
1 tahun = 365 hari
1 bulan = 4 minggu
1 bulan = 30 hari
1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik

Soal Latihan 1
  1. Indonesia di jajah oleh Belanda selama 350 tahun atau .... abad
  2. Ayah sekarang berumur 32 tahun atau .... windu
  3. Dulu kakak belajar di SD selama 18 catur wulan, sekarang saya harus belajar selama ......semester
  4. Ibu bekerja selama 7 jam atau .... menit
  5. Kakak membaca buku selama 45 menit atau .... jam.

Melakukan operasi hitung satuan waktu
Operasi hitung meliputi penjumlahan (+), Pengurangan (-), Perkalian (x), Pembagian (:)

Soal Latihan 2
  1. Ronaldo main bola pada babak pertama selama 32 menit 47 detik dan pada babak kedua selama 28 menit 18 detik. Jadi Ronaldo meain bola selama ... jam .... menit .... detik
  2. Pada waktu ulangan Matematika terdapat 40 soal. Jika untuk menjawab setiap soal diberi waktu 3 menit. Arini telah selesai 13 menit 27 detik sebelum waktu ulangan berakhir. Jadi Arini mengerjakan ulangan selama ... jam .... menit .... detik
  3. Untuk membaca sebuah novel, Rudi memerlukan 2 menit 13 detik setiap halaman. Novel itu ada 125 halaman. Waktu  yang diperlukan Rudi  untuk membaca novel itu selama ... jam .... menit .... detik.
  4. Untuk mengelilingi lapangan yang berbentuk persegi, Junaedi memerlukan waktu 3 menit 20 detik. Waktu yang diperlukan lari pada satu sisi ........
  5. Ayah berangkat ke Jakarta pada pukul 07: 50. lama perjalanan 85 menit. Ayah tiba di Jakarta pada pukul ..........
  6. Ayah menunggu Paman di terminal selama 37 menit. Pada pukul 23: 19 akhirnya Paman datang. Ayah tiba diterminal pada pukul ...........
  7. Berapakah
               2 Jam + 19 menit + 36 detik
               3 Jam + 27 menit + 47 detik  +
               ...Jam +..... menit + .....detik
  1. Berapakah
7 Jam + 13 menit +  3  detik
2 Jam + 29 menit + 39 detik -
...Jam + .....menit + .....detik
  1. Berapakah   3 Jam + 17 menit + 43 detik x 7
  2. Berapakah  13 Jam + 1 menit + 8 detik : 4

Pemecahan Masalah dalam operasi hitung satuan waktu

Soal Latihan 3:
Soal CTL, Media Kalender

Kalender bulan oktober tahun 2009 sebagai berikut :
M
S
S
R
K
J
S




1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1.      Nenek meninggal pada tanggal 15 oktober 2009. Jika ayah akan mengadakan tahlilan kematian nenek yang ke seribu jatuh pada hari...
2.      Presiden SBY dilantik pada tanggal 1 Oktober 2009. seratus hari program kerja SBY berakhir pada hari ....
3.      Kakak menikah 250 hari yang lalu yaitu pada hari ....
Soal lain (RME)
4.      Umur kakak dan umur adik berjumlah 24. Jika selisih umur mereka sama dengan umur adik. Berapa umur Adik dan umur kakak.?
5.      Umur ibu berbanding umur ayah 6 : 7. lima tahun lagi jumlah umur mereka 75 berapa umur ibu dan umur ayah sekarang ?
6.      Agus sanggup membaca novel sebanyak 15 halaman setiap jam. Asep sanggup membaca 20 halaman setiap jam. Agus mulai membaca pada pukul 10:00 sedangkan Asep mulai membaca pada pukul 11:00. pada pukul berapa mereka membaca novel pada halaman yang sama ?
7.      Ali sanggup mengecat dinding rumah Pak Harun selama 5 hari, sedangkan Bedu sanggup selama 4 hari. Berapa hari yang diperlukan jika mereka mengecat bersama ?
8.      Seorang anak menghabiskan sebuah permen selama 2 menit. Berapa waktu yang diperlukan untuk mengunyah 200 permen oleh 100 anak ?
9.      Kakek sanggup berjalan dari rumah ke stasiun selama 7 menit. Nenek selama 10 menit. Karena hari hujan mereka berjalan bersama dengan satu payung. Berapa waktu yang diperlukan agar mereka sampai di stasiun?
10. Alice kursus menari setiap 3 hari sekali. Yunita setiap 4 hari sekali sedangkan Cintya setiap 5 hari sekali. Pada tanggal 27 Desember 2009 mereka kursus bersama. Pada tanggal berapa Mereka akan bertemu kembali?
11. Sebuah rumah dapat diselesaikan oleh 15 orang pekerja selama 40 hari. Berapa pekerja yang diperlukan agar rumah itu selesai dalam waktu 30 hari ?
12. Jarak kota Bandung- Serang 320 Km. Sebuah mobil Avanza berangkat dari Serang pada  pukul 09:00 dengan kecepatan 80 km/jam. 20 menit kemudian berangkat mobil AVP dengan kecepatan 90 km/jam. Pukul berapa kedua mobil akan bertemu ?


Jawaban :




















B.     Konsep Geometri dan Pengukuran
C.     Konsep Pengolahan Data

III.             Pengambangan Media Matematika SD
IV.              Strategi Pembelajaran Matematika SD

1 komentar:

Keanggotaan Rp. 300.000,-
Suport System

Bonus Sponsor : Rp. 100.000,-
Bonus Grup : Rp. 30.000,-
Untuk 1 grup : 10 anggota
Bonus Anda : Rp. 100.000 + (10 x Rp. 30.000) = Rp. 400.000,-