Laman

adnet

  • buku

Minggu, 30 Januari 2011

telaah kurikulum dan buku tek

1.      Telaah kurikulum
kurikulum merupakan sebuah proses untuk mengetahui seberapa besar kebijakan pengembangan kurikulum memengaruhi tujuan-tujuan pendidikan yang dirumuskan, baik dalam skala mikro di sekolah maupun dalam skala makro secara nasional.
Telaah kurikulum (curriculum review) wajib dilakukan oleh otoritas pendidikan untuk memperoleh kepastian apakah basis teoretis dan filosofis yang digunakan ketika merumuskan visi dan misi pendidikan masih relevan dengan kebutuhan pengguna (user) kurikulum. Membentuk semacam dewan penasihat implementasi kuri-kulum (curriculum advisory committee) di tingkat UPTD, kabupaten, provinsi, dan pusat merupakan kebutuhan mendesak sistem manajemen kurikulum kita Ketiadaan lembaga atau dewan semacam inilah yang menyebabkan evaluasi kurikulum selama ini tidak berjalan secara maksimal. Telaah kurikulum yang konsisten dan simultan akan meningkatkan kemampuan kepala sekolah, guru, maupun masyarakat dalam membuat kebijakan dan memimpin perencanaan pengembangan kurikulum serta bagaimana kurikulum tersebut bisa mengakomodasi kebutuhan hidup masyarakat, termasuk dunia kerja.

2.      Pentingnya kajian telaah kurikulum dalam pendidikan kebahasaan
Agar tugas guru sebagai pelaksana utama operasional pembelajaran mata pelajaran di kelas dapat terlaksana dengan baik maka penguasaan kurikulum bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak.
Selain itu, seorang guru hendaklah mengkaji/menelaah kurikulum mata pelajaran apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan menelaah kurikulum seorang guru akan memperoleh gambaran berkaitan dengan mata pelajaran yang akan disajikan sehingga diharapkan akan mampu mengembangkan kurikulum, menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mampu mengevaluasi. Pada akhirnya tujuan/kompetensi yang digariskan akan tercapai sesuai dengan harapan.

3.      Kajian telaaah kurikulum merupakan hal penting dalam pelajaran bahasa
Setiap pengembangan kurikulum, selain harus berpijak pada sejumlah landasan, juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Dengan adanya prinsip tersebut, setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati.
Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, serta efisiensi dan efektivitas’
Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan, isi, strategi, dan evaluasi. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. Prinsip efisiensi dan efektivitas berkenaan dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal.

4.      Peran kritikus dalam telaah kurikulum dan buku teks
Kritikus kemudian dianggap penting sebagai jembatan antara karya dengan para pembaca karena peran evaluasi dan interpretasi kritikus yang dilandasi oleh teori-teori kritik yang mana meliputi diskusi filosofis tentang tujuan dan metode dari karya. Peran kritikus ini dapat diambil oleh mereka yang memiliki kompetensi tentang teori-teori kesusastraan dan teori-teori kritiksastra meskipun tidak harus menyandang gelar akademik. Kritikus yang menempuh pendidikan formal tentunya lebih kredibel dan terukur secara akademis dibandingkan mereka yang hanya berangkat dari pengalaman saja. Walaupun demikian, yang terpenting adalah sejauh mana kritik itu membawa pesan karya semakin dekat dan nyata kepada pembaca.

5.      pengajaran pragmatic mem erlukan telaah kurikulum dan buku teks.Mengapa?
Karena pendekatan ini mengutamakan ketrampilan berbahasa dengan meeperhatikan factor – factor penentu berbahasa, seperti pemeran serta, tujuan situasi konteks, juga aspek pengembangan, seperti: emosi, moral, social dan intelektual

6.      Hal –hal yang di perhatikan dalam kajian telaah kurikulum
1)  Asas filosofis
Landasan filosifis memberikan arah pada semua keputusan dan tindakan manusia, karena filsafat merupakan pandangan hidup, orang, masyarakat, dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pendidikan filsafat memberikan arah pendidikan seperti hakikat pendidikan, tujuannya, dan bagaiman cara mencapai tujuan. Oleh karena itu, wajar apabila kurikulum senantiasa bertalian erat dengan filsafat pendidikan, karen afilsafat mementukan tujuan yang hendak dicapai dengan alat yang di sebut kurikulum.


2)  Asas psikologis
Asas ini berkenaan dengan perilaku manusia. Landasan psikologis berkaitan dengan cara peserta didik belajar, dan faktor apa yang dapat menghmbat kemuan belajar mereka selain itu psikologis memberikan landasan berpikir tentang hakikai proses belajar mengajar dan tingkat-ingkat perkembangan peserta didik. Kurikulum pada dasarnya disusun agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik ini berarti bahwa kurikulum dan pengajaran yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan peserta didik sebagai peserta utama dalam proses belajar mengajar akan lebih meningkatkan keberhasilan kurikulum, daripada kurikulum yang mengabaikan faktor psiklogis peserta didik.
3)  Asas sosiologis
Asas ini berkenaan dengan penyampaian kebudayaan, proses sosialisasi individu dan rekontruksi masyrakat, Landasan sosial budaya ternyata bukan hanya semata-mata digunaka dalam mengembangkan kurikulum pada tingkat nasional, melainkan juga bagi guru dalam pembinaan kurikulum tingakat sekolah atau bahkan tingkat pengajaran.
4)  Asas Organisatoris
Asas ini berkenaan dengan organisasi kurikulum. Dilihat dari organisasinya ada tiga tipe bentuk kurikulum:
a)  Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah (separated subject curriculum)
b)  Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang sejenis di hubung-hubungkan (Correlated curriculum)
c)  Kurikulum yang terdiri dari peleburan semua/hampir semua mata pelajaran(integrated curriculum)

7.      Hal yang mendasar yang perlu dianalisis dalam menelaah buku teks
Kejelasan Konsep
Menurut Tarigan dalam Telaah Buku Bahasa Indonesia (1986: 86) konsep-konsep yang digunakan dalam suatu buku teks harus jelas, tandas. Keremang-remangan dan kesamaran perlu dihindari agar siswa atau pembaca juga jelas pengerian, pemahaman, dan penangkapannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konsep adalah rancangan, ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Melihat dua penjelasan tersebut, maka konsep-konsep yang terdapat di dalam buku teks memang harus jelas.
Aspek kebahasaan
dengan adanya kalimat-kalimat yang mudah dibaca, singkat dan mudah dimengerti
Ilustrasi
ilustrasi adalah gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dsb; gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dsb); (penjelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan, dsb).
Walaupun sifatnya hanya berupa tambahan, llustrasi mempunyai peranan cukup penting di dalam buku teks. Seseorang tertarik membaca bisa saja dikarenakan gambar-gambar atau ilustrasi yang ada di dalam buku tersebut. Seseorang menjadi lebih tertarik membaca dan termotivasi untu mengikuti intruksi-intruksi di dalam buku. Hal ini bisa dikaitkan dengan karakter buku teks yang baik lainnya yaitu menarik minat dan menumbuhkan motivasi.
8.      Pentingnya buku teks perlu ditelaah dalam segi pendidikan dan keguruan
seorang guru diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kritis terhadap keberadaan buku teks sebagai pendukung kurikulum yang berlaku, yang pengadaannya semakin gencar dilakukan. Tahap selanjutnya, guru dapat mengkaji buku teks dan hubungannya dengan kurikulum sehingga guru tidak hanya sekadar menerima apa saja yang ada dalam buku teks, namun mampu memahami, mengkritisi dengan menelaah buku teks, yang pada akhirnya guru mampu menyusun sebuah buku teks sederhana. Paling tidak buku teks tersebut digunakan di lingkungan sekolah yang bersangkutan saja.
Buku teks memegang peranan penting dalam pengajaran yang dapat memperlancar aktivitas siswa dalam pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Semakin baik kualitas buku teks, maka semakin sempurna pengajaran mata pelajaran yang ditunjang oleh buku teks tersebut. termasuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Buku teks mengenai bahasa Indonesia yang bermutu, jelas akan meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Indonesia dan hasil pengajaran bahasa Indonesia
Sebuah buku teks tidak hanya perlu ditelaah dari segi nilainya, tetapi juga ditelaah dari segi jangkauan materi pelajarannya. Jangkauan materi pelajaran yang dimaksud adalah luas lingkup masalah yang berhubungan dengan system dan struktur bahasa serta pemakaian bahasa.


9.      Hubungan antara telaah kurikulum dengan siswa menyereap suatu kurikulum
kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional), (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berpikir runtut), (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama), (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mental tentang realitas), (5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus), (6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan jati diri), (7) kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain).

10.  Kemampuan telaah kurikulum berkaitan erat kurikulum dengan pragmatic dan psikolinguistik. Mengapa!
Pragmatic
mengutamakan ketrampilan berbahasa dengan meeperhatikan factor – factor penentu berbahasa, seperti pemeran serta, tujuan situasi konteks, juga aspek pengembangan, seperti: emosi, moral, social dan intelektual
Psikolinguistik
Studi mengenai mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran
bahwa pemakaian bahasa menuntut dari orang yang menggunakannya pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkannya untuk menelusuri suatu point dalam risalah ujaran, yaitu mengetahui segala kemungkinan secara berturut-turut bagi semua tingkatan bahasa. Sesungguhnya yang dianggap sangat penting adalah bahwa risalah (pesan) itu bermakna.
Dari sini pendengar dapat menerima pesan. Demikianlah proses komunikasi antara pengirim yang menghasilkan pesan dan mengungkapkannya dan penerima yang menerima pesan itu. Produksi pesan menuntut penggunaan sistem kode bahasa yang pada prinsipnya berdasar pada proses peralihan pesan antara masing-masing pengirim dan penerima, di mana yang demikian itu tergantung kepada sejauhmana si penerima mengetahui sistem kode bahasa yang digunakan oleh pengirim.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Keanggotaan Rp. 300.000,-
Suport System

Bonus Sponsor : Rp. 100.000,-
Bonus Grup : Rp. 30.000,-
Untuk 1 grup : 10 anggota
Bonus Anda : Rp. 100.000 + (10 x Rp. 30.000) = Rp. 400.000,-